Tulisan_4SS_PengantarBisnis

OUTSOURCING (ALIH DAYA)


Pengertian Outsourcing adalah penggunaan tenaga kerja dari luar perusahaan sendiri untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan tertentu yang spesifik. Dari pengertian tersebut, kita mendapatkan minimal dua hal yang musti dijelaskan, yaitu perusahaan outsourcing dan jenis pekerjaan yang umum di serahkan kepada tenaga dari luar tersebut.

Di negara kita, ada undang-undang yang khusus mengatur mengenai hal ini, yaitu UU No. 13 tahun 2003. Yang membuat sedikit kerancuan adalah tidak ada penyebutan istilah outsourcing dalam undang-undang tersebut. Yang bisa ditarik dari UU tersebut adalah outsourcing memiliki dua bentuk, yaitu pemborongan pekerjaan dan penyediaan jasa pekerja / buruh.

Kita bisa menarik kesimpulan, yang disebut sebagai Perusahaan Outsourcing adalah perusahaan yang menyediakan jasa tenaga kerja untuk keahlian pada bidang pekerjaan tertentu sesuai dengan permintaan perusahaan yang membutuhkannya.
     
  1. Outsourcing menurut para ahli
  • Michael F, Corbett, pendiri dari The Outsourcing Institute dan Presiden Direktur dari Michael F, Corbett & Associates Consulting Firm F. mengatakan bahwa outsourcing telah menjadi alat manajemen yang bukan hanya untuk menyelesaikan masalah tetapi juga bisa mendukung tujuan dan sasaran kegiatan bisnis perusahaan.
  • Maurice F Greaver II, pada bukunya Strategic Outsourcing, A Structured Approach to Outsourcing: Decisions and Initiatives, menjabarkan outsourcing sebagai “Strategic use of outside parties to perform activities, traditionally handled by internal staff and resources”.
  • Maurice Greaver, Outsourcing  adalah tindakan mengalihkan beberapa aktivitas perusahaan dan hak pengambilan keputusannya kepada pihak lain (outside provider), dimana tindakan ini terikat dalam suatu kontrak kerjasama.
  • Muzni Tambusai, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, mendefinisikan pengertian outsourcing sebagai memborongkan satu bagian atau beberapa bagian kegiatan perusahaan yang tadinya dikelola sendiri kepada perusahaan lain yang kemudian disebut sebagai penerima pekerjaan. 
     2. Jenis pekerjaan apa saja yang bisa di-outsourcing-kan?
Pada dasarnya, semua jenis pekerjaan yang tidak menyangkut pengambilan keputusan yang mempengaruhi kebijakan perusahaan bisa di-outsourcing-kan. Yang paling umum adalah pengamanan (security – satpam), kebersihan (cleaning service – office boy), operator mesin atau alat tertentu, entry data, dll,
     3. Keuntungan dan Kerugian Perusahaan yang menggunakan jasa Outsourcing
Apa keuntungan perusahaan yang menggunakan jasa outsourcing? Karena menggunakan pekerja yang disediakan perusahaan lain, maka perusahaan akan mendapat keuntungan sebagai berikut:
  • Perusahaan bisa lebih fokus mengurusi bisnis intinya daripada menghabiskan energi, waktu, dan biaya untuk hal-hal yang bersifat teknis.
  • Bisa menghemat anggaran untuk biaya pelatihan karyawan
  • Dengan penyerahan pengelolaan tenaga kerja ke perusahaan Outsourcing, maka perusahaan tidak perlu lagi mengurusi Perekrutan, Pelatihan, Administrasi tenaga kerja dan Penggajian dan lain – lainnya disetiap bulannya.
  • Perusahaan bisa mendapatkan pekerja yang benar-benar kompeten di bidangnya.
  • Lebih mudah membuat proyeksi anggaran dan tingkat kualitas hasil pekerjaan karena bisa mengubah biaya variabel menjadi biaya tetap.
  • Perusahaan tidak lagi direpotkan dengan urusan Pesangon, THR, PHK dan masalah lainnya sehubungan dengan pemutusan tenaga kerja karena hal ini telah dikelola oleh Perusahaan Outsourcing.
  • Pekerja dari perusahaan outsourcing biasanya lebih berkualitas dari pada pekerja sendiri. Perusahaan outsourcing secara terus menerus memaksimalkan kualitas pekerja yang disewakannya untuk memenuhi kebutuhan perusahaan pelanggan.
  • Perusahaan tidak perlu melakukan alih teknologi dan pengetahuan yang butuh dana dan waktu.
  • Lebih fleksible untuk melakukan atau tidak melakukan investasi.
  • Meminimalkan risiko kegagalan investasi yang mahal.
  • Perusahaan bisa membagi resiko pekerjaan (dimana resiko bidang pekerjaan ditangani oleh perusahaan outsourcing dan resiko dibidang lain ditangani perusahaan itu sendiri).

Apa kelemahan dan sisi negatif penggunaan tenaga outsourcing bagi perusahaan? Tidak ada sistem yang benar-benar sempurna. Sekalipun penggunaan tenaga outsourcing ini memberi banyak keuntungan bagi perusahaan, namun ada juga kelemahan dan sisi negatif yang harus diperhatikan sebelum perusahaan benar-benar memutuskan untuk mengalihkan pekerjaan tertentu kepada pekerja outsource.
Kurang lebih kelemahan dan sisi negatifnya adalah sebagai berikut:
  • Tidak bisa secara fleksibel mampu menangani permasalahan-permasalahan yang unik dan khusus dalam perusahaan.
  • Apabila jenis pekerjaan yang di-outsourcing-kan bersifat rahasia dan strategis bagi perusahaan, maka ada kemungkinan akan ditiru atau dijual kepada pihak lain.
  • Tidak efektif bila kontrak tenaga outsourcing hanya sebentar. Karean akan ada peralihan tugas dan penyesuaian di sana-sini yang tetap butuh waktu dan tenaga.
  • Butuh sistem tertentu supaya keamanan data dan sistem perusahaan tetap terjaga.
  • Perusahaan akan kehilangan kendali terhadap aplikasi dan pekerjaan yang di-outsource-kan. Misalnya ketika aplikasi tersebut memerlukan penanganan khusus dan cepat. Ketika ada masalah maka perusahaan harus dahulu menghubungi pihak penyedia tenaga outsourcing atau vendor.
  • Adanya kecenderungan outsourcer untuk merahasiakan sistem yang digunakan dalam membangun sistem informasi bagi pelanggannya agar jasanya tetap digunakan.
  • Pada level dan bidang pekerjaan tertentu, perusahaan cenderung akan sangat tergantung kepada pihak ketiga (pengembang dan pengelola) sehingga cukup sulit bagi perusahaan untuk mengambil alih kembali sistem yang sudah berjalan saat ini (memerlukan waktu dan tenaga).


4. Outsourcing dan pekerja
Bagi perusahaan, sistem outsourcing ini bisa dibilang sangat menguntungkan, karena bisa dilakukan dengan cepat dan anggaran yang jelas. Sementara bagi pekerja yang menjadi bagian dari perusahaan outsourcing-nya sendiri, agak kurang adil. Karena mereka bekerja berdasarkan kontrak. Ketika kontrak habis dan perusahaan tidak memperpanjang kontraknya maka pekerja tersebut tidak akan memiliki posisi tawar yang cukup untuk menuntut apapun. Karena semua sudah diatur di dalam kontrak perekrutan tenaga kerja di awal. Artinya, tidak ada atau tipis sekali kemungkinan bagi pekerja untuk memiliki jenjang karir. Itulah yang menjadi salah satu penyebab mengapa sistem ini ditentang oleh pekerja.
Setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah akan selalu ada pro dan kontra tidak terkecuali dengan sistem karyawan outsourcing ini. Kita sebagai tenaga kerja harus lebih jeli memanfaatkan kelebihan sistem outsourcing ini karena setiap sistem pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Menjadi karyawan outsourcing di masa yang akan datang mungkin tidak dapat dihindari karena sumber daya manusia di dunia pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya akan semakin terus bertambah sementara ketersediaan lapangan pekerjaan tidak sejalan dengan pertumbuhan sumber daya manusia ini. Banyaknya sumber daya manusia yang membutuhkan pekerjaan tentunya dilihat perusahaan outsourcing sebagai sesuatu yang menguntungkan untuk menjembatani kebutuhan perusahaan akan tenaga kerja yang handal dan murah.
Kelebihan Menjadi Karyawan Outsourcing:
  • Memudahkan calon karyawan fresh graduate untuk mendapatkan pekerjaan. Dengan sistem outsourcing mereka tidak perlu bersusah payah memasukkan lamaran pekerjaan ke banyak perusahaan karena justru perusahaan outsourcing yang akan menyalurkan mereka.
  • Mendapat pelatihan memadai dari perusahaan penyedia jasa karyawan outsourcing. Sebelum ditempatkan di perusahaan para pencari kerja tentunya harus mendapat pelatihan sehingga pengalaman tentang dunia kerja menjadi bertambah.
  • Memudahkan pencari kerja yang memiliki keahlian khusus memilih perusahaan yang akan mempekerjakan mereka nanti sekaligus menentukan gaji yang akan mereka dapatkan karena para pencari kerja dengan keahlian khusus seperti ini tentunya jarang sehingga menjadi rebutan perusahaan-perusahaan besar.

Kekurangan Menjadi Karyawan Outsourcing:
  • Masa kerja yang tidak jelas karena sistem kontrak. Sebagian besar karyawan outsourcing khawatir jika ada PHK maka tidak mudah mendapatkan pekerjaan kembali.
  • Tidak ada jenjang karir. Karena sistem outsourcing memberlakukan kontrak mengakibatkan karyawan susah memegang jabatan tinggi.
  • Tidak mendapat tunjangan. Sebagian besar perusahaan outsourcing tidak memberikan tunjangan seperti THR, asuransi dan jaminan hari tua untuk karyawan outsourcing.
  • Pemotongan penghasilan karyawan outsourcing yang tidak jelas. Rata-rata gaji yang dipotong untuk karyawan outsourcing berkisar dia angka 30 persen dari seharusnya yang mereka terima seandainya menjadi karyawan tetap di perusahaan mereka saat ini bekerja.

Kesimpulan :
Menurut saya, Bagi perusahaan sistem outsourcing  bisa dibilang menguntungkan pihak perusahaan, karna dari segi dana yang minim, tidak memerlukan banyak biaya untuk melakukan sebuah perekrutan. 
Bagi Pekerja ada kelebihan dan kekurangan menjadi pekerja outsourcing. Kelebihannya adalah memudahkan pegawai Fresh Graduate untuk mendapatkan pekerjaan, mendapatkan pelatihan yang memadai dari perusahaan. Untuk kekurangannya saya rasa cukup tidak adil. Karena pekerja outsourcing dari hal masa kerja nya pun tidak jelas karena sistem kontrak, tidak ada jenjang karir, tidak mendapat tunjangan, dan pemotongan penghasilan karyawan outsourcing yang tidak jelas. Itulah mengapa para karyawan/pekerja/buruh menentang sistem outsourcing ini.
Namun ya kembali lagi, kita sebagai karyawan harus bisa menyikapi fenomena menjadi karyawan outsourcing ini. Yang berpikir positif jadikan sistem outsourcing ini sebagai batu loncatan untuk mencari celah pekerjaan yang lebih baik.







Sumber :
  • http://dee-belajar.blogspot.co.id/2014/08/pengertian-outsourcing.html
  • http://blog.jobloker.co.id/kelebihan-dan-kekurangan-karyawan-outsourcing/

Tugas_4SS_PengantarBisnis

SELEKSI DAN REKRUTMEN 

DI DALAM SEBUAH PERUSAHAAN


Salah satu kunci utama dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional adalah terletak pada proses Rekrutmen,Seleksi, Training and Development calon tenaga kerja. Mencari tenaga kerja yang profesional dan berkualitas tidaklah gampang. Merupakan sebuah kewajiban dalam sebuah organisasi dan perusahaan-perusahan harus melakukan penyaringan untuk anggota atau para pekerja yang baru. Untuk itulah rekrutmen tenaga kerja dibutuhkan untuk menyaring para pelamar yang ingin melamar. Dalam organisasi, rekrutmen ini menjadi salah satu proses yang penting dalam menentukan baik tidaknya pelamar yang akan melamar pada organisasi tersebut.


http://korankabar.com/wp-content/uploads/2015/04/rekrutmen.jpg

     A. DEFINISI REKRUTMEN

Ada beberapa pengertian rekrutmen menurut para ahli:

1. Menurut Henry Simamora (1997:212) dalam buku koleksi digital Universitas Kristen Petra menyatakan bahwa:
Rekrutmen adalah serangkaian aktivitas mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian, dan pengetahuan yang diperlukan guna menutupi kekurangan yang diidentifikasi dalam perencanaan kepegawaian.
2. Menurut Randall S. Schuler dan Susan E. Jackson (1997:227) dalam Nanang Nuryanta (2008)
Rekrutmen antara lain meliputi upaya pencarian sejumlah calon karyawan yang memenuhi syarat dalam jumlah tertentu sehingga dari mereka perusahaan dapat menyeleksi orang-orang yang paling tepat untuk mengisi lowongan pekerjaan yang ada.
3.Menurut Schermerhorn, 1997
Rekrutmen (Recruitment) adalah “proses penarikan sekelompok kandidat untuk mengisi posisi yang lowong. Perekrutan yang efektif akan membawa peluang pekerjaan kepada perhatian dari orang-orang yang berkemampuan dan keterampilannya memenuhi spesifikasi pekerjaan.
4. Menurut Faustino Cardoso Gomes (1995:105)
Rekrutmen merupakan proses mencari, menemukan, dan menarik para pelamar untuk dipekerjakan dalam dan oleh suatu organisasi. Rekrutmen merupakan proses komunikasi dua arah. Pelamar-pelamar menghendaki informasi yang akurat mengenai seperti apakah rasanya bekerja di dalam organisasi bersangkutan. Organisasi-organisasi sangat menginginkan informasi yang akurat tentang seperti apakah pelamar-pelamar tersebut jika kelak mereka diangkat sebagai pegawai.
5. Menurut Noe at. all ( 2000 )
Rekrutmen didefinisikan sebagai “pelaksanaan atau aktifitas organisasi awal dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan mencari tenaga kerja yang potensial.


     B. TUJUAN PEREKRUTAN


  1. Menyediakan sekumpulan calon tenaga kerja/karyawan yang memenuhi syarat;
  2. Agar konsisten dengan strategi, wawasan dan nilai perusahaan;
  3. Untuk membantu mengurangi kemungkinan keluarnya karyawan yang belum lama bekerja;
  4. Untuk mengkoordinasikan upaya perekrutan dengan program seleksi dan pelatihan;
  5. Untuk memenuhi tanggungjawab perusahaan dalam upaya menciptakan kesempatan kerja


     C. SUMBER PEREKRUTAN
Calon tenaga kerja yang akan direkrut dapat diambil dari internal organisasi maupun eksternal organisasi. Perekrutan tenaga kerja dari dalam biasanya dilakukan oleh organisasi/perusahaan yang telah lama berjalan dan memiliki sistem karier yang baik. Perekrutan tenaga kerja dari dalam memiliki keuntungan, diantaranya adalah tidak mahal, promosi dari dalam dapat memelihara loyalitas dan dedikasi pegawai, dan tidak diperlukan masa adaptasi yang terlalu lama, karena sudah terbiasa dengan suasana yang ada. Namun demikian perekrutan dari dalam juga berarti terjadinya pembatasan terhadap bakat yang sebenarnya tersedia bagi organisasi dan mengurangi peluang masuknya pemikiran baru.

1. Eksternal
  a)Lembaga pendidikan
  b)Teman/anggota keluarga karyawan.
  c)Lamaran terdahulu yang telah masuk
  d)Agen tenaga kerja
  e)Karyawan perusahaan lain
  f)Asosiasi profesi
  g)Outsourcing

2. Internal
  a)Promosi
  b)Transfer / rotasi
  c)Pengkaryaan karyawan kembali
  d)Kelompok pekerja sementara / karyawan kontrak ( temporer )

Metode perekrutan karyawan dengan sumber dari luar perusahaan, dapat dilakukan :
1) Melalui iklan di media massa (radio, TV, koran, internet).
2) Melalui iklan atau adventensi diharapkan perusahan dapat merekrut calon tenaga kerja dengan spesifikasi tertentu dan dengan pengalaman kerja tertentu. Perekrutan melalui iklan ini biasanya disertai dengan suatu janji yang menarik, misalnya gaji yang besar, masa depan yang menarik dan sebagainya.
3) Open house, untuk menjaring lebih banyak tenaga potensial secara umum, perusahaan dapat melakukan open house di sejumlah kalangan yang diprediksikan dapat menarik calon tenaga kerja potensial, seperti di perguruan tinggi, even-even tertentu.
4) Menyewa konsultan perekrutan. Terkadang untuk mencari dan merekrut tenaga kerja profesional dibutuhkan konsultan yang mampu mencari tenaga tersebut, dengan demikian ada jaminan melalui konsultan perekrutan perusahaan tidak perlu membuang waktu untuk mencari tenaga kerja yang sesuai

     D. PROSES REKRUTMEN

Menyediakan sekumpulan calon tenaga kerja/karyawan yang memenuhi syarat;
Agar konsisten dengan strategi, wawasan dan nilai perusahaan;
Untuk membantu mengurangi kemungkinan keluarnya karyawan yang belum lama bekerja;
Untuk mengkoordinasikan upaya perekrutan dengan program seleksi dan pelatihan;
Untuk memenuhi tanggung jawab perusahaan dalam upaya menciptakan kesempatan kerja

KESIMPULAN :

Salah satu kunci utama dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional adalah terletak pada proses Rekrutmen,Seleksi, Training and Development calon tenaga kerja. Berdasarkan pendapat para ahli saya menarik kesimpulan tentang Rekrutmen. Rekrutmen adalah suatu usaha yang dilakukan sebuah Organisasi/Perusahaan dalam mendapatkan tenaga kerja yang potensial, untuk mengisi posisi lowong atau  yang ada di dalam Organisasi/Perusahaan tersebut. Dalam organisasi/perusahaan, rekrutmen ini menjadi salah satu proses yang penting dalam menentukan baik tidaknya pelamar yang akan melamar pada organisasi tersebut. Salah satu Tujuan Rekrutmen antara lain untuk Menyediakan sekumpulan calon tenaga kerja/karyawan yang memenuhi syarat.







Sumber :
P, Sondang. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara _2010. Efisiensi Kerja, : http://www.insanperforma.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=143%3Arekrutmen-karyawan-definisi-tujuan-proses-dan-sistem-rekrutmen-&catid=38%3Anews&lang

Life Mapping


Peta Rencana Hidup (Life Mapping)

Oke welcome back to my blog!!!.   Pada kali ini saya membuat peta rencana hidup(Life Mapping). Saya mempunyai Target Pencapaian yang ingin saya capai, semoga dengan gambaran singkat pada Peta Rencana Hidup(Life Mapping) ini bisa tercapai semua. Let's See...










StaffSite Gunadarma: isramrasal.staff.gunadarma.ac.id

Tugas Ilmu Budaya Dasar ( SUKU DAYAK)

Oke welcome back to my blog. Pada kali ini saya akan membahas Mata Pencaharian Suku di Indonesia. Suku yang akan saya bahas adalah Suku Dayak. Keep Enjoy read my Blog about Dayak Culture!!!
A. Sejarah

(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFzX67_wOOuxWjJsMEdnjy13d6ddOx3bEEIgqaATczSJtNTmSkCVQsVWodYbRvtsqt9M_zeBPMtR-Hp4sKDy2ZB1hz3LTLltX-3EluTx44aCcxZDEPL1WG1R7rFWBWjx1uGhNVsZl5L98/s1600/sejarah-suku-dayak.jpg)


Kata Dayak pada awalnya digunakan untuk menyebut penduduk asli di pedalaman Pulau Kalimantan. Terutama untuk membedakannya dengan masyarakat di pesisir yang umumnya memeluk agama Islam. Karena itu istilah Dayak bukanlah nama kelompok etnis atau suku bangsa, tetapi lebih ditekankan kepada aspek sosio-religiusnya. Kata Dayak terutama dipakai oleh orang luar untuk menyebut penduduk di pedalaman Kalimantan yang tidak beragama Islam. Masyarakat suku-suku bangsa di pedalaman Kalimantan itu sendiri lebih suka disebut orang Daya. Kata ini mungkin berasal dari bahasa Iban yang berarti "manusia". Ada juga yang mengartikan "pedalaman" atau "hulu". 


Di Kalimantan Timur penduduk asli yang memeluk agama Islam dan sangat dipengaruhi oleh sistem pemerintahan kerajaan dan kesultanan zaman dulu dikenal dengan sebutan Halok atau Halo' atau orang Kutai. Di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah penduduk asli yang beragama Islam cenderung menggolongkan diri ke dalam kelompok suku bangsa Banjar.

Menurut para ahli, masyarakat suku-suku bangsa yang mendiami daerah pedalaman Pulau Kalimantan ini berasal dari dataran Asia Tengah, yaitu di sekitar Yunan. Mereka datang dalam beberapa gelombang migrasi di zaman glasial (zaman es) sekitar 3.000-1.500 tahun sebelum masehi. Pada masa itu mereka menyeberang dengan mudah melalui daratan Semenanjung Malaysia, Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Kepulauan Filipina, Hainan dan Taiwan (Formosa).


Menurut ciri-ciri bahasa dan kebudayaannya, para ahli menduga bahwa orang Dayak di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah datang lewat Pulau Jawa, berbeda dengan arah kedatangan orang Dayak di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Sementara itu salah satu bagian dari Dayak yaitu orang Murut, mungkin datang lewat Filipina dan telah terpengaruh oleh kebudayaan pertanian irigasi.


B. Agama Dan Kepercayaan Suku Dayak


Selain mengembangkan sistem religi asli dari warisan nenek moyang mereka, orang Dayak nampaknya juga pernah dipengaruhi oleh agama Hindu Kuno, Hindu Jawa dan kemudian dipengaruhi pula oleh agama Islam. Pada masa sekarang orang Dayak di pedalaman banyak yang sudah beragama Kristen, berkat kegiatan Misi dan Zending yang mampu mencapai daerah-daerah terpencil tersebut. Selain itu antara berbagai suku bangsa asli Kalimantan tersebut juga sering terjadi percampuran darah dan kebudayaan.


C. Bahasa Suku Dayak 


Suku Dayak terdiri atas beragam sub-suku yang memiliki dialek bahasanya masing-masing. Secara ilmiah, ada 5 kelompok bahasa yang dituturkan, yaitu Barito Raya, Dayak Barat, Borneo Utara, Dayak Banuaka, Melayik. Selain itu, bahasa Indonesia juga sering digunakan. 

D. Adat Istiadat Suku Dayak 

Salah satu tradisi masyarakat Dayak adalah upacara adat naik dango. Naik dango merupakan apresiasi kebudayaan masyarakat adat Dayak Kanayatn Kalimantan Barat yang rata-rata berprofesi sebagai petani. Makna upacara adat naik dango bagi masyarakat suku Dayak Kanayatn adalah sebagai ungkapan rasa syukur atas karunia Jubata (Tuhan) kepada Talino (manusia) karena telah memberikan padi sebagai makanan manusia. Ritual ini juga sebagai permohonan doa restu kepada Jubata untuk menggunakan padi yang telah disimpan di dango padi, agar padi yang digunakan benar-benar menjadi berkat bagi manusia dan tidak cepat habis. Selain itu, upacara adat ini sebagai pertanda penutupan tahun berladang dan sebagai sarana untuk bersilaturahmi untuk mempererat hubungan persaudaraan atau solidaritas. 

E. Mata Pencaharian Suku Dayak 

Kalimantan memiliki landasan tanah yang terdiri dari karang padas, dan lapisan tanah humus yang tipis, sedang daratannya berupa hutan. Dengan penduduk yang tidak begitu padat.

Berladang menjadi salah satu pilihan mata pencaharian masyarakat suku Dayak. Pekerjaan ini membutuhkan banyak tenaga. Sehingga pengerjaannya dilakukan oleh kelompok yang biasanya berdasarkan hubungan tetangga atau kekerabatan. Jadi bisa dibilang sistim mata pencaharian ini berhubungan juga dengan kehidupan sosial diantara anggota suku. Dalam berladang, diperhatikan pula tanda-tanda alam alam, yang salah satunya dengan cara memperhatikan hewan liar. Perhatian terhadap tanda-tanda alam ini salah satunya adalah terkait dengan waktu yang tepat untuk membuka lahan, atau mengolahnya, disesuaikan dengan musim yang menentukan curah hujan.

Tanaman yang ditanam rupanya sesuai dengan kebutuhan. Diantaranya adalah padi enam bulanan, padi empat bulanan, dan padi ketan yang merupakan kebutuhan dalam upacara adat. Salah satu upacara adat yang dilakukan adalah pada saat buka lahan. Tujuannya untuk menambah kesuburan tanah, menolak hama, dan mengusahakan hasil bumi yang berlimpah. Selain itu ditanam juga ubi kayu yang bukan hanya dikonsumsi ubinya, tapi juga daunnya untuk lauk pauk. Satu lagi yang sangat penting adalah pohon pinang, karena masyarakatnya baik perempuan maupun laki-laki gemar makan sirih dan pinang. Setelah tanah lahan tidak lagi baik, lahan ditinggalkan dengan menanam pohon karet untuk diambil manfaatnya kelak.

Selain berladang, terutama pada saat menunggu waktu membuka lahan, suku Dayak melakukan pekerjaan lain. Diantaranya adalah berburu, mencari hasil hutan, dan mencari ikan di sungai. Hasil pekerjaan yang dikenal masyarakat luar suku adalah barang-barang hasil anyaman.

Beberapa putra daerah dari suku Dayak ada yang telah berhasil menempuh pendidikan hingga tingkat sarjana bahkan lebih tinggi lagi. Itu merubah pola mata pencaharian Suku Dayak. Mereka sudah banyak yang menjadi pegawai negri, karyawan swasta, buruh, atau pun pejabat di pemerintahan.

Beberapa juga telah kembali kepada sukunya dan mengabdi sebagai guru, kepala desa atau bidan tenaga kesehatan lainnya. Membagi ilmu yang mereka dapat di bangku sekolah, dan menularkannya kepada saudara-saudaranya di kampung.


Daftar Pustaka :

Ahiraanne, 2015, Mata Pencaharian Suku Dayak, http://www.anneahira.com/mata-pencaharian-suku-dayak.htm, Diakses tanggal 28 November 2015
BlogSayidah, 2009, Mata Pencaharian Suku Dayak Di Kalimantan Tengah Dan Suku Jawa, http://sayidahblog.blogspot.co.id/2009/10/mata-pencaharian-suku-dayak-di_6958.html, Diakses tanggal 28 November 2015
Putra,A, 2015, Kebudayaan Suku Dayak, http://suku-dunia.blogspot.co.id/2015/08/kebudayaan-suku-dayak.html, Diakses tanggal 28 November 2015












Keberanian Entreupreneur

Banyak orang yang memiliki keterampilan yang bisa dijadikan bisnis, namun tidak memiliki keberanian untuk memulai usaha atau bisnis. Hal ini bisa disebabkan dari paradigma berpikir rasional yang mereka anut, dimana menurut logika mereka bahwa untuk memulai suatu bisnis diperlukan kemampuan yang tinggi atau mahir baru kemudian terjun untuk mengawali usaha atau bisnis. Ketika kemampuannya tidak bertambah atau bahkan mereka tambah sampai mahir, terkadang usaha tidak kunjung dimulai.

Paradigma kebanyakan entrepreneur sukses justru terbalik, para entrepreneur biasanya memiliki keterampilan yang standar alias belum mahir, namun mereka dapat memanfaatkan keterampilan tersebut dijadikan bisnis, mereka mempunyai keberanian untuk memulai usaha dengan keterampilan yang ada, baru setelah usaha berjalan, mereka meningkatkan keterampilan sambil jalan dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar atau konsumen.

Masalah memulai terjun dan menjalankan bisnis bukan melulu masalah keterampilan atau kemampuan atau kompetensi, tapi masalah keberanian memulai suatu bisnis dengan kemampuan dan sumber daya lain yang ada atau telah tersedia. Misalnya seseorang yang terbiasa memasak dirumahnya, sudah bisa membuka rumah makan walaupun kecil-kecilan dulu, kemampuan memasak makanan bisa ditingkatkan sambil jalan sesuai kebutuhan dengan mencoba menu atau resep masakan yang baru.

Banyak entrepreneur sukses memiliki kemampuan yang sesuai dengan kemampuan rata-rata atau kemampuan orang-orang pada umumnya, namun mereka mempunyai keberanian yang dalam perjalanan selanjutnya dikemas dengan ide-ide kreatif. Misalnya di mall-mall atau kafe-kafe banyak yang menjual minuman juice buah-buahan yang rasanya pun sama saja dengan rasa juice pada umumnya yang dijual di warung-warung  nasi, atau sama dengan rasa juice buatan sendiri di rumah, namun mereka punya keberanian membuka usaha, selanjutnya dikemas dengan kemasan yang mewah sehingga harganya pun dengan sendirinya akan berbeda. Keunggulan lainnya para pengusaha atau entrepreneur ketika sudah membuka usaha tidak puas sampai disitu tapi terus belajar menaikkan cita rasa atau kualitas layanan yang mereka berikan.

Keberanian dalam entrepreneur selain berani membuka usaha juga harus berani mengambil resiko terburuk dari usaha tersebut, misalnya setelah usaha dibuka dan dijalankan ternyata barang atau jasa yang dijualnya tidak laku sehingga ia merugi. Keberanian entrepreneur sukses berani sukses dan berani gagal, kalau ternyata barangnya tidak laku bukan berarti usahanya gagal, ia masih memiliki kesempatan untuk bangkit dan sukses, ia hanya perlu mempelajari apa yang membuat barangnya tidak laku, apakah bentuknya tidak menarik, apakah rasanya kurang enak kalau makanan dan minuman, atau kemasannya terlalu sederhana, atau harganya terlalu tinggi dan tidak bisa bersaing, atau bahkan pelayanannya buruk. Seringkali barang atau jasa yang baru dibuka belum berhasil mendapatkan konsumen karena kurangnya promosi. Konsumen belum mengenal barang yang dijual beserta manfaatnya atau keunggulan-keunggulannya.Dalam kasus seperti ini yang harus dilakukan adalah berpromosi secara efektif dengan menggunakan strategi-strategi marketing.

PKTI 1A

Jenis-Jenis Memory


Yap kembali lagi di blog saya. Pada kali ini saya akan membahas tentang Jenis-jenis Memori, semoga bagi yang membaca akan bertambah ilmunya dan bisa bermanfaat. Let's see ...

Ada beberapa jenis memori yang ada pada komputer dengan berbagai subtipe .Memori ini dikategorikan tergantung pada tugasnya masing masing didalam sistem komputer. Namun, dalam artikel ini kita akan bahas bebrapa jenis memori komputer yang paling mendasar.

Memori adalah salah satu alat yang paling penting pada sebuah komputer, baik itu komputer laptop atau PC. Ada berbagai jenis memori komputer yang bisa dipergunakan, tergantung dengan kebutuhan untuk fungsi dan spesifikasi dari sistim komputer.
Memori berhubungan dengan banyak komponen yang bertugas untuk menyimpan data secara sementara atau secara permanen. Hal ini memungkinkan pengguna untuk menyimpan informasi atau data di komputer. Tanpa memori, prosesor tidak akan dapat menemukan apapun yang diperlukan untuk diambil dan diproses.

Secara umum, memori dibagi menjadi beberapa jenis :

• Read Only Memory (ROM)
• Random Access Memory (RAM)
• Media penyimpanan (Storage)
• Memory Cache


1. Read Only Memory (ROM)


• Read-only Memory(ROM) adalah istilah untuk media penyimpanan
  data pada komputer.
• ROM ini adalah salah satu memori yang ada dalam computer.
• ROM ini sifatnya permanen, artinya program / data yang disimpan di
  dalam ROM ini tidak mudah hilang atau berubah walau aliran listrik
  di matikan (non-volatile)

-> Jenis – jenis ROM
• Beberapa jenis ROM yang pernah beredar dan terpasang pada
komputer, antara lain
• PROM (Progammable Read-Only-Memory)
• EPROM (Erasable Programmable Read-Only-Memory)
• EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read-Only
Memory)

2. Random Access Memory (RAM)


RAM adalah memori dalam sistem komputer yang berguna untuk
menampung data sementara dan mengirimnya kembali untuk segera
diakses dan diproses oleh prosesor. Karena kecepatan prosesor lebih
tinggi dari kecepatan hardisk, maka diperlukan RAM untuk
menyeimbangkan data keluar masuk dari hardisk. Informasi yang disimpan dalam RAM diambil dari hard disk komputer, termasuk data yang berhubungan dengan sistem operasi dan aplikasi tertentu. Ketika komputer dimatikan, memori yang tersimpan pada RAM akan hilang. Data akan disimpan dan hanya  dipertahankan disaat komputer sedang berjalan.

Ketika memori RAM sudah penuh,kinerja atau kecepatan komputer akan semakin lambat. Data yang dapat diambil dalam urutan yang acak.
Secara umum ada dua jenis RAM, yaitu Static RAM (SRAM) dan Dynamic RAM (DRAM). Ketika banyak program pada komputer yang dijalankan secara bersamaan, virtual memori memungkinkan komputer untuk mencari pada bagian memori  RAM yang belum digunakan terakhir kemudian menyalinnya ke hard disk. Tindakan seperti ini akan membebaskan ruang RAM, dan memungkinkan sistem untuk menjalankan program yang berbeda.

->Jenis – jenis RAM :
• DRAM (Dynamic RAM)
• SDRAM (Sychronous Dynamic RAM)
• RDRAM (Rambus Dynamic RAM)
• SRAM (Static RAM)
• EDO RAM (Extended Data Out RAM)
• FPM DRAM (First Page Mode DRAM)
• Flash RAM

3. Media Penyimpanan


• Pengertian Storage adalah penyimpan, tempat penyimpanan, media yang digunakan untuk menyimpan data yang diolah oleh komputer. Storage dibedakan menjadi removable storage dan non-removable storage.

• Fungsi Storage adalah menyimpan data atau file dalam jangka panjang dan pendek

4. Cache


Cache adalah jenis RAM pada sistem komputer yang lebih responsif daripada RAM biasa. CPU akan memeriksa dulu didalam memori cache sebelum mencari di penyimpanan pada memori pusat untuk menentukan suatu informasi yang diperlukan. Hal ini untuk keperluan dari sistem komputer untuk mencari informasi pada memori penyimpanan yang lebih besar, sehingga ekstraksi data menjadi lebih cepat.






Sumber : 
• http://www.spiderbeat.com/2012/12/jenis-jenis-memori-pada-komputer.html

StaffSite Gunadarma : 
• isramrasal.staff.gunadarma.ac.id

3 Gaya Bisnis Untuk Seorang Pebisnis

Dalam berbisnis, seorang pebisnis bebas memilih gaya bisnis yang akan di lakukan, semua gaya yang diterapkan sah-sah saja tergantung kemantapan hatinya juga disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dialami dalam bisnis. Semua gaya bisnis bisa digunakan yang terpenting adalah bisnis Anda bisa maju dan semua masalah bisnis dapat diselesaikan sehingga bisnis bisa berjalan dengan baik.
Anda bisa menciptakan gaya bisnis sendiri sesuai pribadi Anda. Anda bisa membuat gaya bisnis yang menurut Anda nyaman dan sesuai pilihan hati sehingga bisnis tidak menjadi beban dan dapat dijalani dengan senang hati.
Gaya Bisnis

Beberapa gaya bisnis yang biasa digunakan diantaranya sebagai berikut;
1. Gaya manajer
Gaya manajer atau gaya bisnis manajerial merupakan gaya bisnis dengan menerapkan fungsi-fungsi manajemen dalam bisnis. Fungsi-fungsi manajemen ini terpusat pada pemilik bisnis dan tugas-tugas pokok sesuai bagian didelegasikan kepada karyawan, seperti fungsi perencanaan atau planning, fungsi pembagian kerja atau organizing, fungsi actuating dan fungsi pengontrolan didelegasikan kepada masing-masing bagian dalam perusahaan bisnisnya.
Ada pemilik bisnis yang membagi divisi usahanya seperti bagian produksi, bagian pemasaran, bagian sumber daya manusia dan bagian keuangan. Masing-masing bagian diberi tugas sebagai otoritas pemegang keputusan pada bagiannya masing-masing dengan tugas pendelegasian yang telah diatur oleh pemilik bisnis. Bagian produksi khusus bertugas memilih bahan baku, memproduksinya sampai berbentuk barang jadi, bagian pemasaran khusus memasarkan barang yang telah diproduksi sehingga bisa cepat terjual dan didistribusikan kepada para pembeli, bagian sumber daya manusia khusus menangani rekrutmen, penempatan serta penilaian kinerja dan pengembangan kecakapan karyawan atau pengembangan karir, dan bagian keuangan khusus menangani berbagai transaksi, keuangan yang masuk dan pengeluaran.
Dengan gaya ini karyawan diberi kebebasan berprestasi sementara pemilik bisnis tinggal mengontrol dari laporan kepala bagiannya masing-masing.

2. Gaya “Owner”
Gaya bisnis lainnya diistilahkan dengan gaya “owner” dimana pemilik bisnis berlaku layaknya sebagai pemilik bisnis sekaligus terlibat langsung dalam proses bisnis, sementara karyawan hanya berfungsi sebagai pelengkap saja atau membantu tugas owner atau pemilik bisnis sesuai bidang atau bagiannya. Pada gaya bisnis “Owner”, pemilik bisnis membagi karyawannya untuk menangani tugas-tugas produksi, pemasaran, SDM dan keuangan, namun ia sebagai owner yang langsung menangani pekerjaan inti, seperti owner terlibat dalam bagian produksi sebagai penentu bahan baku serta ikut berproduksi, pada bagian pemasaran ia ikut terjun ke pasar sementara karyawannya mendampingi saja, pada bagain SDM owner yang menentukan posisi karyawan dan pada bagian keuangan owner sendiri yang bertransaksi dan mengambil atau menyetor uang sementara karyawan bertugas membantu kelancaran transaksi seperti pencatatan dan laporan keuangan.

3. Gaya fleksibel
Gaya bisnis lainnya dinamakan gaya “fleksibel” dimana owner bisa memfungsikan karyawan mewakili dirinya, dalam arti karyawan bisa menentukan produksi, bisa melakukan tugas marketing dan bisa bertransaksi seolah-olah mereka itu owner perusahaan bagi konsumennya. Dalam gaya ini owner member otoritas penuh kepada karyawan untuk mencari pasar dan bertransaksi dengan konsumen seolah mereka pemilik bisnis sementara pemilik bisnis walaupun ada ditempat tersebut ia hanya berperan memantau dan member arahan saja.

Gaya manapun bisa Anda pakai dalam bisnis yang penting bisnis terkendali dan menguntungkan semua pihak.

Faktor Keberhasilan Entrepreneur

Seorang entrepreneur seringkali berangkat dari keterpurukan atau kegagalan lalu ia memberanikan diri membuka usaha baru dengan harapan akan memperoleh keberhasilan atau kesuksesan dalam usaha atau bisnis yang dijalaninya. Sikap berani memulai membuka usaha atau bisnis dan menjalankannya dengan berkomitmen penuh pada keberhasilan merupakan sikap-sikap entrepreneurship yang harus dipupuk dan dipertahankan dalam proses menjalankan usaha, serta dikembangkan lebih lanjut untuk memperoleh keberhasilan yang lebih optimal.
Agar mencapai keberhasilan yang optimal, seorang entrepreneur harus mengerahkan segala upaya baik intelektual berupa konsep-konsep bisnis maupun emosional berupa intuisi-intuisi dan daya kreatif dalam menyelesaikan segala persoalan bisnis dan proses pengambilan keputusan sehingga bisnisnya berjalan baik dan bisa memperoleh keberhasilan.
faktor keberhasilan entrepreneur

Beberapa faktor yang dapat menunjang keberhasilan entrepreneur diantaranya sebagai-berikut:

  1. Visi dan tujuan yang jelas, harus benar-benar tertanam dalam hati dan pikirannya sehingga ia tidak akan kehilangan arah dalam menjalankan usaha menuju keberhasilan atau tercapai visi dan tujuannya.
  2. Keberanian memulai usaha atau bisnis terkait visi dan tujuan yang telah ia buat dan ingin ia capai. Berani memulai bisnis sama dengan berani mengambil resiko, yaitu resiko berhasil atau sukses ataupun resiko gagal. Dengan sikap berani walaupun nantinya akan gagal, seorang entrepreneur yang yakin dengan tujuannya akan berani bangkit lagi untuk membenahi bisnis dengan menutupi kekurangan atau kesalahan-kesalahan sebelumnya sampai mengalami keberhasilan.
  3. Faktor keberhasilan yang erat kaitannya dengan kepribadian seorang entrepreneur adalah sikap kepemimpinan yang ia terapkan dalam menjalakan bisnis. Sifat pemimpin yang berupaya untuk selalu menjadi teladan dan terdepan serta menerangi orang-orang disekelilingnya akan membuat dirinya selalu berfikir positif pada setiap kejadian dan berupaya mencari solusi-solusi untuk kemajuan bisnisnya. 
  4. Sifat kepemimpinan entrepreneur yang merupakan faktor personal skill ditambah  dengan kemampuan manajerial atau pengelolaan merupakan dua faktor yang apabila dipadukan akan menjadikan pengelolan bisnis dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien sehingga diharapkan bisa lebih optimal dalam pencapaian tujuan yang diharapkan. Factor manajerial berkaitan dengan proses-proses yang dijalankan dalam bisnis dimulai dari proses perencanaan, pengaturan atau pembagian tugas dan jenis pekerjaan, pendelegasian jenis-jenis pekerjaan tertentu, serta proses-proses bimbingan atau panduan-panduan maupun motivasi-motivasi dalam melakukan pekerjaan dan proses pengontrolan kerja serta kualitas hasil pekerjaan.
  5. Kreatifitas seorang entrepreneur mutlak diperlukan untuk memunculkan sisi kualitas dan daya beda produk maupun layanan bisnis yang dijalankan sehingga memiliki keunikan tersendiri yang merupakan ciri khas produk dibanding dengan produk pesaing. Semakin kreatif seorang entrepreneur maka ia akan semakin dikenal oleh konsumen karena produknya unik dan sulit dijiplak oleh pesaing.
Itulah beberapa faktor keberhasilan entrepreneur mudah mudahan bermanfaat dan menjadi sukses.

Energi Positif Dalam Bisnis

Dalam bisnis diperlukan energi positif yang dapat mengalirkan ide-ide kreatif dan dapat memberi semangat untuk maju manakala bisnis diterpa oleh berbagai persoalan yang menuntut pemecahannya secara cepat. Energi positif diperoleh dari sikap mental positif pelaku bisnis. Sikap mental positif ini merupakan hasil pengolahan kecerdasan emosional antara pemahaman diri, pemahaman lingkungan bisnis serta pemahaman relasi yang selaras antara dirinya dengan lingkungan bisnis yang digarapnya.
Sikap mental positif berasal dari pikiran positif yang selalu dipelihara, pikiran positif yang dipelihara secara terus menerus akan meningkatkan semangat karena bisa membangkitkan rasa percaya diri yang akan berpengaruh terhadap kemajuan dirinya sehingga bisa memunculkan kemampuan-kemampuan terbaik yang didedikasikan untuk kemajuan bisnisnya. Berbeda dengan orang-orang yang selalu berpikiran negative yang selalu merasa dirinya tidak mampu untuk bangkit dan maju ke depan, maka kemampuan-kemampuan terbaik yang terpendam di dalam dirinya tidak akan muncul karena dilemahkan oleh sikap dan pemikirannya sendiri yang cenderung negatif dan bisa meruntuhkan bisnisnya sendiri.

Pikiran positif biasanya terlahir dari adanya sikap optimisme untuk bisa selalu eksis menjalankan bisnis dan bisa maju serta mengembangkan bisnisnya menuju visi besar yang dicita-citakannya dalam bisnis. Ketika seseorang terjun ke dunia bisnis dan pertama kali melakukan bisnis maka visi atau cita-cita mutlak diperlukan sebagai tolok ukur kesuksesan bisnis dan sekaligus sebagai titik akhir arah perjalanan yang akan ditempuh dalam bisnis. Orang-orang yang telah menetapkan visi bisnisnya misalnya pasif income atau kebebasan finansial, maka selanjutnya yang ia perlukan dan senantiasa di pegang teguh adalah sikap optimis bahwa ia mampu mencapainya, optimis bahwa ia akan menemukan jalan untuk mencapainya walaupun saat ini jalan itu belum ditemukan karena baru mengawali langkah dalam berbisnis berupa bisnis kecil-kecilan. Sikap otimisme yang terus menerus ada dan selalu membuang jauh-jauh sikap pesimis yang merasa diri tidak mampu mencapai cita-cita, akan menghadirkan pikiran-pikiran positif sebagai sumber ide-ide segar, orisinil dan alami serta unik tentunya, yang sangat diperlukan dalam mengembangkan bisnis selanjutnya.

Pemikiran positif yang terus terjaga akan melahirkan semangat dan sikap mental positif yang selalu aktif membangun tak kenal putus asa. Sikap mental positif inilah yang akan mengalirkan energy positif yang merupakan pendorong untuk melangkah ke arah cita-cita. Agar semua itu dapat berjalan maka pelaku bisnis harus memadukan antara kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual, dimana keduanya berjalan selaras dalam mencapai visi dan tujuan yang akan diraih.
Kecerdasan emosi yang memiliki peran sangat besar dalam bisnis dari mulai adanya komitmen, keyakinan, rasa percaya diri sampai motivasi yang terus menyala untuk maju, dipadukan dengan kecerdasan intelektual berupa analisa-analisa, serta berpikir tentang proses-proses dan teknik-teknik yang berjalan dalam bisnis, akan membuat keseimbangan dan kekuatan dalam mewujudkan tujuan bisnis.

Tulisan_3SS_PengantarBisnis

Komunikasi Yang Baik Saat Presentasi



     Komunikasi adalah proses memberi, menerima atau bertukar informasi, pendapat, perasaan atau ide melalui perkataan, tulisan atau alat-alat peraga atau melalui kombinasi ketiganya. Komunikasi memegang peran penting bagi kita untuk membantu mewujudkan hubungan yang sehat dan penuh penghargaan baik di dunia kerja, sosial, dan keluarga. Oleh karenanya kita mesti memiliki keahlian berkomunikasi yang baik.     Berapapun usia kalian, atau apa pun latar belakang dan pengalaman kalian, komunikasi efektif adalah keterampilan yang bisa dipelajari. Umumnya, pemimpin-pemimpin besar sepanjang masa merupakan komunikator dan orator hebat. Bahkan, komunikasi adalah salah satu jurusan paling populer pada tingkat pendidikan tinggi, dan kemampuan berkomunikasi dengan efisien telah diakui orang banyak. Dengan sedikit kepercayaan diri dan pengetahuan mendasar tentang komunikasi, kalian akan mampu mengemukakan pendapat dalam waktu singkat.     Mengolah sebuah percakapan adalah ibarat seorang koki yang mengolah bahan makanan menjadi santapan yang lezat. Untuk itu kalian harus tahu apa saja yang diperlukan dan bagaimana cara menggunakannya. Jadi bila kita ingin sukses di bidang kita masing-masing, maka kemampuan berkomunikasi yang baik adalah hal yang mutlak untuk dimiliki. Presentasi mungkin bukan suatu hal yang mudah untuk dilakukan, terutama untuk para pemula atau yang belum mempunyai pengalaman presentasi.


Kali ini saya akan memberikan tips bagaimana Komunikasi yang Baik saat Presentasi. Berikut adalah tipsnya :

  1. Menyusun Komunikasi Anda

Susun dan klarifikasi ide dalam kepala. Hal ini harus dilakukan “sebelum” Anda mencoba mengomunikasikan ide apa pun. Jika Anda bersemangat akan suatu topik, ide-ide Anda bisa tercampur baur jika Anda tidak menargetkan beberapa pesan kunci saat berkomunikasi. Pesan kunci ini dapat bertindak sebagai jangkar yang menetapkan fokus dan kejelasan pada komunikasi Anda.
Aturan praktis adalah untuk memilih tiga poin utama, dan fokuslah ke ketiganya. Dengan demikian, jika topik keluar dari jalur, Anda bisa kembali ke salah satu dari ketiga poin tersebut tanpa rasa bingung. Menulis poin-poin tersebut dapat membantu.
  • Sejelas mungkin. Jelaskan apa yang ingin Anda harapkan dihasilkan dari perbincangan tersebut. Contoh, tujuannya bisa jadi untuk memberi informasi, memperoleh informasi atau memulai aksi. Jika semua orang tahu apa yang mereka harapkan dari komunikasi ini, semua akan lebih lancar.
  • Tetap fokus pada topik. Setelah Anda menyampaikan ketiga poin utama, pastikan semua pesan Anda memperkuatnya. Jika Anda sudah memikirkan lebih jauh isu-isu tersebut dan merangkumnya menjadi beberapa ide besar, frase-frase penting tersebut kemungkinan besar akan melekat di kepala Anda. Jangan takut menggunakannya untuk memperkuat pesan Anda. Bahkan pembicara yang paling percaya diri dan terkenal pun akan menggunakan ulang kalimat-kalimat kunci mereka lagi dan lagi sebagai bentuk penekanan dan penguatan. Ingat untuk menjaga keseluruhan pesan tetap jelas dan langsung.
  • Berterimakasihlah kepada pendengar. Berterimakasihlah pada orang atau kelompok untuk waktu dan tanggapan mereka. Apa pun hasil yang Anda peroleh dari komunikasi ini, walaupun berbeda dari keinginan Anda, akhiri dengan sopan dan hargai seluruh masukan dan waktu orang.

   2. Berkomunikasi Dalam Bentuk Pidato saat Presentasi

  • Membuat pendengar nyaman. Hal ini bisa dilakukan sebelum memulai diskusi atau presentasi. Misalkan dengan menceritakan anekdot favorit. Hal ini bisa membantu pendengar untuk mengidentifikasi Anda sebagai salah satu dari mereka dengan persoalan keseharian yang sama.
  • Artikulasikan diri Anda. Penting untuk menyampaikan pesan secara jelas dan tidak ambigu sehingga pesan tersebut diterima secara jelas oleh setiap pendengar. Semua kata-kata Anda akan diingat karena orang akan langsung menangkap apa yang Anda maksud. Untuk ini, Anda harus menyampaikan kata-kata dengan jelas dan menggunakan bahasa yang lebih sederhana dan tidak rumit.
  • Pelafalan yang jelas. Bicaralah dalam level suara yang cukup keras sehingga bisa didengar seluruh pihak dan tidak tampak sebagai terlalu diam atau menarik diri. Pastikan untuk melafalkan dengan baik kalimat kunci untuk menghindari adanya kesalahpahaman. Jika Anda terbiasa bergumam saat tegang, cobalah untuk melatih diri mengungkapkan pesan Anda depan cermin. Terkadang saat terbaik untuk mendiskusikan poin komunikasi Anda adalah di lingkungan yang nyaman. Hal ini dapat membantu membentuk pesan dalam kepala Anda. Ingat bahwa melatih dan memperbaiki cara pelafalan kata dapat membantu membangun rasa percaya diri.
  • Dengarkan dengan seksama dan pastikan bahwa ekspresi wajah Anda mencerminkan ketertarikan. Ingat bahwa komunikasi berjalan dua arah, dan saat Anda berbicara, Anda tidak belajar. Dengan aktif mendengarkan, Anda bisa mengira-ngira seberapa banyak dari pesan Anda sampai ke pendengar dan apakah pesan tersebut diterima dengan baik atau harus diperbaiki. Jika pendengar Anda tampak bingung, tanyakanlah pada pendengar untuk mengulang apa yang Anda sampaikan dalam bahasa mereka sendiri sehingga bisa membantu mereka mengerti. Hal ini juga dapat membantu Anda mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahpahaman yang mungkin terjadi.
  • Suara yang menarik. Suara monoton tidak menarik untuk telinga, karenanya komunikator yang baik menggunakan warna suara untuk meningkatkan komunikasi

   3. Berkomunikasi dengan Bahasa Tubuh

  • Kenali orang. Tentu, Anda tidak selalu mengenal tiap orang di kursi penonton atau ada beberapa teman baru di kelompok, namun mereka mengangguk bersama dengan Anda dan memandang Anda dengan akrab. Ini berarti bahwa mereka terhubung dengan Anda. Jadi hargai mereka dengan memberi pengakuan pada mereka!
  • Beri bahasa tubuh yang jelas dan tidak ambigu. Atur raut wajah Anda dengan sadar. . Hindari penggunaan ekspresi wajah yang negatif seperti mengerutkan kening atau mengangkat alis. Negatif tidaknya raut wajah terkait pada konteks, terutama konteks budaya, sehingga tergantung situasi di mana Anda berada.
  • Kontak mata dalam komunikasi. Kontak mata dapat membangun hubungan yang baik serta dapat meyakinkan orang bahwa Anda dapat dipercaya serta menunjukkan ketertarikan. Selama percakapan atau presentasi, penting untuk melihat ke mata orang lain jika mungkin, serta menjaga kontak pada jumlah waktu yang wajar. Berhati-hatilah agar tidak berlebihan. Gunakan kontak mata secukupnya sekitar 2-4 detik sekali waktu
  • Gunakan pernafasan dan jeda untuk kepentingan Anda. 
  • Periksalah tanda tubuh Anda lainnya. Jagalah agar mata Anda tidak mengembara, tangan Anda tidak tampak gelisah, atau Anda tidak melakukan gerakan berulang seperti bergoyang-goyang, mengedipkan mata dengan gerakan cepat, menggoyangkan kaki Anda dan sebagainya. Gerakan kecil seperti ini mengurangi efektivitas pesan anda.

   4. Hal Penting Lain yang Perlu Diingat

  • Berhati-hatilah dengan humor. Humor kecil yang Anda selipkan dalam diskusi bisa sangat efektif, namun jangan berkepanjangan dan berlindung di baliknya untuk menutupi hal yang sulit untuk dikatakan. Jika Anda terus-menerus cekikan dan bercanda, komunikasi Anda tidak akan dianggap serius.
  • Jika Anda memberikan presentasi pada kelompok atau penonton, siapkan diri mendapatkan pertanyaan sulit, sehingga Anda bisa tetap pada jalur Anda dan tidak kebingungan. Agar selalu bisa berkomunikasi dengan efektif, Michael Brown merekomendasikan ‘kaidah kencana’ untuk menghadapi pertanyaan sulit dalam konteks kelompok atau penonton. Ia menyarankan agar Anda mendengar dan mengulang pertanyaan dan isu yang dilontarkan dan berbicara atas nama semua orang yang ada di tempat. Berbagilah jawaban dengan orang banyak, dengan cara menggerakan mata Anda dari si penanya, dan melihat ke seluruh kelompok atau penonton agar sama-sama menjawab pertanyaannya. Garis bawahi jawaban bersama ini, lanjutkan pembicaraan dengan mengubah arah. 
  • Jangan merengek atau memohon. Hal ini tidak akan menanamkan rasa hormat atau ketertarikan. JIka Anda sangat kecewa, permisilah keluar dan kembalilah pada diskusi saat Anda sudah lebih tenang.
  • Jangan mengoceh. Hal ini bisa membuat pesan Anda tidak dimengerti atau tidak ditanggapi dengan serius.

Sumber :
http://id.wikihow.com/Berkomunikasi-dengan-Efektif
http://tangkilisanharly.blogspot.co.id/2012/05/teknik-komunikasi-dan-presentasi-yang.html

Cara Menyiasati Kegagalan Bisnis

Paradigma umum yang berlaku dimasyarakat tidak terkecuali di dunia bisnis bahwa orang gagal selalu tersalah atau dipojokkan sebagai orang yang telah berbuat kekeliruan, orang-orang tidak akan memuji orang yang gagal walaupun sebelumnya ia telah berjuang mati-matian untuk mempertahankan eksistensi bisnisnya, orang-orang tidak mau tahu alasan mengapa seseorang itu gagal, dan akhirnya tidak menutup kemungkinan orang-orang yang gagal akan ditinggalkan oleh kawan dan relasinya karena dinilai sudah tidak menarik lagi bagi bisnis mereka dan pihak pemberi bantuan seperti pemberi pinjaman mulai enggan membantu dan juga akan meninggalkannya.
menyiasati kegagalan bisnis

Beberapa penyebab kegagalan yang menimpa seseorang seringkali karena hal-hal berikut ini;

  1. Orang gagal cenderung tidak memiliki keyakinan penuh dalam bisnis bahwa ia bisa sukses atau ia tidak memiliki kepercayaan diri yang tinggi bahwa ia mampu dan akan berhasil.
  2. Orang yang menderita kegagalan umumnya disebabkan terlalu dini memvonis dirinya sendiri sebagai orang yang tidak cakap atau tidak bisa berhasil dalam bisnis atau memvonis bahwa dengan berbisnis tersebut ia lebih menganggap sebagai nasib buruk ketimbang sebagai anugerah baginya, mungkin berbisnis baginya sebuah keterpaksaan karena keadaan atau sebenarnya ia memimpikan bidang lain namun karena tidak tercapai terpaksa ikut dalam bisnis yang sebenarnya tidak dia inginkan. 
  3. Orang gagal disebabkan keengganannya untuk mau memulai membangun bisnis atau keengganan untuk mencari penyebab kegagalan tersebut untuk ia perbaiki dan maju lagi dalam bisnis dengan performa yang lebih baik. Dalam menyiasati kegagalan, seseorang harus mengenal dan memahami kegagalan bisnis sebagai sebuah proses dalam perjalanan mencapai kesuksesan bisnis.

Orang-orang yang telah sukses umumnya telah mengalami kegagalan berkali-kali namun mereka tidak jera dan terus bangkit lagi. Bahkan kegagalan bagi mereka diasumsikan sebagai kawan baik dalam mencapai kesuksesan karena kagagalan member kesempatan kepada mereka untuk memperbaiki diri dan memperbaiki kinerja bisnisnya. Pemahaman lain dalam menyiasati kegagalan bisnis adalah bahwa kegagalan dalam satu sisi bisnis bukan berarti gagal dalam keseluruhan bisnis. Seperti gagal dalam produksi belum tentu akan menyebabkan kegagalan pada bidang lain, seperti yang sering dianalogikan oleh pebisnis sukses bahwa kalau nasi sudah manjadi bubur, jangan kecewa atau merasa gagal, lebih baik jadikan saja bubur ayam special, artinya kalau gagal dari satu sisi bisa dibuat bentuk lain atau disiasati pada sisi lainnya untuk menutupi keurangan pada sisi yang gagal. Banyak contoh produksi pakaian yang mengalami kegagalan masih dapat dijual dengan harga modal dengan strategi penjualan berkwalitas “barang BS” atau “barang sisa” atau “cuci gudang” dan istilah lainnya dengan cara diskon pada harga asli yang telah di mark-up. Cara yang bisa dilakukan untuk merubah kegagalan menuju pembangunan ke arah keberhasilan diantaranya dengan mencari penyebab kegagalan, dan tertantang untuk maju, kegagalan bisa memberi kekuatan baru untuk maju dan kembali sukses dengan mengambil kesempatan sebagai peluang kedua atau peluang baru, dan alternatif terakhir adalah Anda bisa beralih ke bidang lain dan mulai membangun dari awal dan jadikan kegagalan sebagai pembelajaran untuk sukses dalam bisnis Anda dimasa selanjutnya.

Tugas_3SS_Pengantar Bisnis

GAYA KEPEMIMPINAN

Pada Kali ini saya akan membahas Gaya Kepemimpinan dari salah satu pendiri Perusahaan Teknologi Komputer terbesar yaitu MICROSOFT CORPORATION . Yang akan saya bahas adalah seorang Bill Gates. Sebelum saya membahas tentang Gaya Kepemimpinan dari Bill Gates, saya akan memberikan biografi singkat nya terlebih dahulu. Bagi kalian yang belum mengetahui seorang Bill Gates, inilah Biografi singkatnya. 

  • Biografi Singkat Bill Gates
(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvu795zcpHhf5wRzmdficQDQ9RyVGgxP_cmn0Cb4Am3z6PIjSpGzrfxvOIUjclQW9-K57pRPV1g7yzngA4tKxumjCyi62eWBITldEXmuYzMzr1wumWow7GvP06MCwBV8_91iwgxOwt_gay/s1600/biografi+Bill-Gates+5.jpg)
 William Henry "Bill" Gates III (lahir di Seattle, Washington, 28 Oktober 1955; umur 58 tahun). adalah seorang tokoh bisnis, investor, filantropis, penulis asal Amerika Serikat, serta mantan CEO yang saat ini menjabat sebagai ketua Microsoft, perusahaan perangkat lunak yang ia dirikan bersama Paul Allen. Ia menduduki peringkat tetap di antara orang-orang terkaya di dunia dan menempati peringkat pertama sejak 1995 hingga 2009, tidak termasuk 2008 ketika ia turun ke peringkat tiga. Selama kariernya di Microsoft, Gates pernah menjabat sebagai CEO dan kepala arsitek perangkat lunak, dan masih menjadi pemegang saham perorangan terbesar dengan lebih dari 8 persen saham umum perusahaan. Ia juga telah menulis beberapa buku.
Gates termasuk salah seorang pengusaha revolusi komputer pribadi terkenal di dunia. Meski ia dikagumi banyak orang, beberapa orang dalam industrinya mengkritik taktik bisnisnya yang dianggap anti-kompetitif, suatu opini yang didukung oleh pengadilan dalam beberapa kasus.Pada tahap-tahap akhir kariernya, Gates melakukan beberapa usaha filantropi dengan menyumbangkan sejumlah besar dana ke berbagai organisasi amal dan program penelitian ilmiah melalui Bill & Melinda Gates Foundation yang didirikan tahun 2000.

Gates mengundurkan diri sebagai pejabat eksekutif tertinggi Microsoft pada bulan Januari 2000. Ia masih menjabat sebagai ketua dan membentuk jabatan kepala arsitek perangkat lunak. Pada Juni 2006, Gates mengumumkan bahwa ia akan bekerja paruh waktu di Microsoft dan purna waktu di Bill & Melinda Gates Foundation. Ia secara bertahap melimpahkan semua pekerjaannya kepada Ray Ozzie, kepala arsitek perangkat lunak, dan Craig Mundie, pejabat riset dan strategi tertinggi Microsoft. Hari kerja purna waktu terakhir Gates di Microsoft adalah 27 Juni 2008. Ia masih bekerja di Microsoft sebagai ketua non-eksekutif


  • Gaya Kepemimpinan Bill Gates

Bill Gates terkenal keras pada manajer-manajernya bahkan mungkin “kejam”. Maklumlah itu karena ia memiliki tanggung jawab ganda di Microsoft, selain harus menjadi penulis program aktif dia juga harus memikirkan strategi perusahaan kedepannya agar dapat menjadi pemain utama dan saat telah mencapai puncak harus mati-matian mempertahankannya bahkan kalau perlu memonopolinya.

Sering disaat rapat dengan manajernya ia secara spontan memotong presentasi manajernya dan mengatakan “ Itu hal terbodoh yang pernah aku dengar,” tentu saja hal ini sangat memukul perasaan manajernya. Buill Gates juga selalu meminta para manajer di perusahaannya untuk menyampaikan presentasi se detil-detilnya sampai Bill Gates yakin dan menyetujuinya.
  • Gaya Kepemimpinan yang Dianut Bill Gates
Otoriter / Authoritarian atau yang biasa di sebut kepemimpinan Dictator/Direktif Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.
Bill Gates memiliki Gaya Kepemimpinan Otoriter menurut saya karena ia memiliki tanggung jawab ganda di Microsoft. Walaupun dalam memimpin perusahaan memiliki gaya kepemimpinan otoriter, namun Bill Gates adalah seorang yang sederhana dan sangat gemar mendonasikan kekayaan nya untuk keperluan sosial. 



Sumber :
  • http://alwyfadilramadhan.blogspot.co.id/2015/06/deskripsi-tokoh-bill-gates-dan-gaya_38.html
  • http://artikel-irvan.blogspot.co.id/2014/08/Biografi-Gates.html

4 Cara Menggali Ide Bisnis yang Perlu Diketahui

Tak dapat dipungkiri bahwa seorang entrepreneur membutuhkan ide-ide kreatif untuk menjalankan usaha. Ide-ide kreatif  harus dibangun dengan cara menggalinya dari berbagai informasi yang berkembang, atau ide-ide yang berasal dari pemikiran mengenai kemampuan atau skill yang dimiliki saat ini agar bisa digunakan untuk usaha dan menghasilkan uang. Ide-ide dapat juga digali dari pengalaman sendiri atau pengalaman orang lain yang telah mencapai kesuksesan.
Ide bisnis bisa di dapatkan dari mana saja namun seorang entrepreneur tidak hanya mencari ide tapi juga harus punya keberanian menjalankan ide tersebut menjadi bisnis.
menggali ide bisnis

Cara-cara mendapatkan ide bisnis diantaranya sebagai berikut:

  1. Ide bisnis seringkali muncul dalam pikiran setelah melihat berbagai peluang yang ada disekitar kita, misalnya ketika Anda sedang berada di rumah dan sangat membutuhkan suatu barang atau jasa namun sulit didapat dan orang-orang yang menjualnya pun terutama di daerah Anda sangat jarang, disini bisa muncul ide kenapa Anda tidak membuat sendiri atau menjadi agen barang atau jasa tersebut agar orang-orang di wilayah Anda bisa mendapatkannya dengan mudah melalui layanan Anda.
  2. Ide bisnis bisa didapat dengan mengamati suatu wilayah dan Anda bisa mencari peluang bisnis. Misalnya Anda mengamati wilayah sekitar tempat Anda atau di sekitar rumah teman Anda yang penuh dengan rumah kontrakan atau kost-kost-an karyawan atau mahasiswa namun Anda tidak melihat adanya laundry atau jasa cuci baju dengan mesin cuci atau rumah makan yang dekat kalaupun ada jaraknya cukup jauh, Anda bisa segera cari informasi seputar hal tersebut, dan kalau memang belum ada yang membuka laundry atau rumah makan dilingkungan tersebut, maka itu adalah suatu ide bisnis atau peluang bisnis bagi Anda. Anda bisa membukanya atau mengajak teman Anda yang mempunyai modal untuk bekerjasama membuka usaha tersebut.
  3. Ide  bisnis bisa didapatkan dari pemikiran menggali peluang bisnis berdasarkan kemampuan atau kompetensi yang Anda kuasai lalu dikembangkan menjadi bisnis yang menguntungkan. Misalnya Anda mahir dalam mengajar atau Anda seorang guru honorer di suatu sekolah dan Anda memiliki waktu luang, Anda bisa membuka kursus atau bimbingan belajar di rumah, atau Anda bisa menjadi penulis buku atau majalah. Anda memiliki kemampuan beriklan di internet atau bisa memasarkan barang secara online, Anda bisa mencari teman atau relasi yang menjual barang namun belum bisa menggunakan system pemasaran digital, Anda bisa membuat website atau blog dan menjualkan produk teman atau relasi Anda pada website atau blog Anda.
  4. Ide bisnis bisa didapatkan dengan menggali informasi tentang produk yang beredar di pasaran, Anda bisa mencari peluang dari pasar yang belum digarap oleh pengusaha suatu produk atau layanan jasa. Misalnya suatu produk yang laris namun baru dijual dipasar kelas menengah ke atas, maka Anda berpeluang menjual produk serupa dengan kelas pasar menengah ke bawah, atau sebaliknya.
Pada akhirnya jika anda sudah dapat ide untuk menggali bisnis harus langsung dipraktekan supaya hasil fikiran selama ini tentang semua yang berkaitan dengan bisnis dapat segera terleasisaskan dan menuju kesuksesan.

Tugas_2SS_PengantarBisnis

Analisis Perkembangan 7-ELEVEN 


  • Sejarah Singkat 7-Eleven di Dunia

• 7-Eleven pertama kali didirikan pada tahun 1927 di Dallas, Texas , Amerika Serikat. Yang merupakan toko ritel jaringan atau convenience store. Nama dari 7 Eleven mulai digunakan pada tahun 1946. Dulunya 7-Eleven hanya buka dari jam 7 sampai jam 11 malam. Pada tahun 1962 di kota Austin, Texas, Gerai pertama 7-Eleven buka 24 jam.
•Karena Southland Coorporation mengalami kesulitan financial dan hampir mengalami kebangkrutan akhirnya menjual sebagian besar sahamnya kepada perusahaan jaringan supermarket Jepang, ItoYokado. Dan akhirnya Southland Corporation merubah namanya menjadi 7 Eleven, Inc pada tahun 1999. Dan semenjak tahun 2005 kepemilikan dari 7 Eleven dimiliki oleh Seven & I Holdings Co., Ltd yang berpusat di jepang.

  • Sejarah Singkat dan Perkembangan 7-Eleven di Indonesia


(http://vignette3.wikia.nocookie.net/someordinarygamers/images/e/e1/7-Eleven.jpg/revision/latest?cb=20130909090817)

(http://seputaraceh.com/wp-content/uploads/2012/11/7-Eleven.jpg)

(http://backend.wartaekonomi.co.id/foto_berita/thumb_1/thumb_7_Eleven_gerai_2_SY.JPG)

• 7-Eleven pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 1990 namun karena perselisihan internal diantara pemegang saham nya jadi 7-Eleven tidak pernah terdengar sampai 2009.
• Di Indonesia, 7-Eleven dipegang oleh PT. Modern Putra Indonesia . Gerai pertama nya pada tanggal 7 November 2009 di daerah Bulungan,Jakarta Selatan. Sampai awal 2013 saja sudah lebih dari 122 Gerai dijakarta. Boleh dikatakan 7-Eleven adalah salah satu pemain kuat Waralaba dengan konsep “convenience store” yang terbilang sukses. 7-Eleven juga mempunyai website sendiri yaitu www.7elevenid.com 


     7-Eleven masuk ke Indonesia melalui jalur franchise yang dikelola oleh PT. Modern Internasional Tbk (juga distributor tunggal produk Fuji Film Jepang di Indonesia) melalui anak perusahaannya, PT Modern Putra Indonesia. Seperti diberitakan di situs resminya pembukaan gerai pertama kali yaitu pada tanggal 07 November 2009 di daerah Bulungan, Jakarta Selatan. Pembukaan dilakukan oleh empat orang secara bersamaan, Bapak Sungkono Honoris, Bapak Luntungan Honoris, dan Bapak Siwi Honoris mewakili PT Modern Putra Indonesia, dan Bapak Bob Jenkins, mewakili Principal 7-Eleven.

     Indonesia adalah termasuk negara ke-12 di kawasan Asia dan Australia dengan keberadaan 7 eleven didalamnya. Bisa dipastikan dunia bisnis ritel di Indonesia akan semakin bergairah dengan semua tantangan dan peluangnya. Hingga saat ini sudah banyak muncul para pemain dalam bisnis ritel ini dari mulai kelas mini market, supermarket hingga hypermarket. Tidak hanya ritel lokal saja, ritel asing yang masuk melalui system kewaralabaan juga sudah mulai bermunculan.
Setiap gerai 7-Eleven menjual berbagai jenis produk, umumnya makanan, minuman, dan majalah. Di berbagai negara, tersedia pula layanan seperti pembayaran tagihan serta penjualan makanan khas daerah. Produk khas 7-Eleven adalah Slurpee, sejenis minumas es dan Big Gulp, minuman soft drink berukuran besar.

     7 Eleven merupakan salah satu jaringan ritel convenience store kelas dunia yang tersebar di 18 negara di dunia dengan jumlah outlet lebih dari 36.000 outlet. Di kawasan Asia dan Australia ritel ini sudah ada di 11 negara. Jumlah karyawannya 45.000 (2010).

  • Faktor-faktor yang mendorong terbentuknya 7-Eleven di Indonesia
a. Indonesia memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang stabil. Dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia (secara makro) sebesar 6.5% per tahun, tentunya hal ini sedikit banyak menjanjikan potensi pertumbuhan ekonomi di kalangan mikro, yang sangat diharapkan oleh setiap pemain di industri retail.

b. Indonesia memiliki persentase middle income level yang tinggi dan mendominasi, hingga 55% dari populasi masyarakat Indonesia. Sesuai dengan indikator dari Bank Dunia, kategori middle income memiliki rata-rata consumption level sebesar US$ 2.00 per hari. Sehingga dengan kemampuan konsumsi yang cukup bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, dengan sendirinya hal tersebut menjadikan Indonesia sebuah pasar yang sangat potensial. 

c. Indonesia memiliki struktur demografi yang bagus dalam masa kedepannya, dan diperkirakan akan mencapai puncak demographic dividend dalam 20 tahun kedepan. Sebesar 33% sampai 42% penduduk Indonesia berada di usia 16 hingga 35 tahun per tahun 2009. Bila digabungkan dengan kemampuan konsumsi harian yang memadai, tingginya jumlah konsumen potensial sangat menjanjikan bagi 7-Eleven untuk merambah pasar potensial di Indonesia ini. 

d. Masyarakat Indonesia, khususnya di Jakarta, sangat membutuhkan tempat hang-out yang murah meriah untuk bercengkrama dan bersosialita tanpa terhalang oleh batasan sosial yang kerap menonjol dari berbagai tempat hang-out yang ada di Jakarta selama ini. Hal ini didukung oleh kebiasaan masyarakat menengah di Indonesia (khususnya Jakarta) yang dengan dana terbatas, namun suka mencoba berbagai hal.


  • Strategi Pemasaran 7-Eleven di Indonesia
1. Segmentasi
     Berdasarkan data diatas, data terbaru penduduk Indonesia menunjukkan lebih besar pada usia antara 17-34 tahun. Kejelian 7 Eleven dalam melihat peluang ini adalah dengan membidik segmen pasar dari segi demografis adalah membidik kalangan masyarakat berusia muda. Seperti kita ketahui nongkrong di kafe atau restoran siap saji usai bubaran sekolah, kuliah atau pulang kerja, belakangan ini merupakan tren gaya hidup remaja dan eksekutif.


2. Targeting
     Target konsumen yang di bidik oleh 7Eleven disini sangatlah sesuai dengan segmen pasar yang di pilih yaitu adalah anak muda, pelajar, karyawan, dan keluarga.di mana Sebagian besar di antara mereka datang tidak sendirian, tapi bersama teman atau rombongan.

3. Positioning
     Positioning mereka adalah penyedia tempat nongkrong ,sosialisasi dan community store yang mengutamakan kenyamanan. Tampaknya positioning ini cukup efektif di komunikasikan sebagai keunggulan 7 Eleven yang berbeda di banding tempat nongkrong yang lain seperti J-co dan Starbuck. konsep ruang yang terang dan bersih, display barang yang menarik, konsep self sevice, inovasi menarik, pelayan ramah dan helpful, serta kemerdekaan untuk nongkrong kapan saja dan selama apapun tanpa diusir satpam atau ditunggu antrian menjadi alasan utama konsumen datang ke 7 Eleven.

  • Analisis Marketing MIX

1. Produk(Material)
     Selain menjual aneka produk konsumer good, 7-Eleven juga menjual produk-produk andalannya. Penyediaan produk adalah mix, gabungan dari menu Indonesia dan luar bahkan juga dengan menu local daerah di Indonesia tergantung lokasi gerai. Produk yang ditawarkan adalah produk-produk yang diminati masyarakat Jakarta, seperti Slurpee, Gulp, Big Gulp, Big Bite, Hot Dog, Rice Bowl, Katsu, Spaghetti, Fetuccini, dan bakery yang merupakan makanan siap saji segar. Menu-menu di atas adalah menu makanan cepat saji yang diminati pelanggan dan Hal inilah yang membuat outlet tersebut menjadi berbeda dengan para pesaingnya. Perbedaan yang yang dapat di deferensiasikan dengan kuat adalah dimana konsumen yang berkunjung dapat dengan bebas meracik sendiri komposisi makanan yang akan di belinya.

2. Harga
     Harga produk di 7-Eleven dijual dengan harga terjangkau, fresh, segar, dan tersedia setiap saat. Hal ini dinilai telah sesuai dengan pasar sasarannya yang didominasi kaum muda yang belum mempunyai penghasilan tinggi, waralaba ini mematok harga yang cukup terjangkau.

3. Distribusi
     Pemilihan tempat bagi gerai 7 Eleven adalah membuka gerai di daerah pemukiman yang strategis Dengan outlet yang standar opearasi yang relatif sama di beberapa tempat. Bila melihat keadaan di jalanan kota-kota besar yang sering kali macet ada baiknya jika 7-Eleven membuat gerai di pinggir jalan yang mudah terlihat agar pengendara yang sehabis pulang kerja dapat singgah sambil menunggu kemacetan pada jam-jam sibuk terurai. Dalam enam bulan pertama 2012, pengelola 7-Eleven, PT Modern Putraindonesia mampu meraih omzet sebanyak Rp204,95 miliar, atau setara 50 persen dari total pendapatan induk usaha MPI, PT Modern International Tbk (MDRN).
     Berdasarkan laporan keuangan MDRN semester I-2012, pendapatan terhadap barang dagangan dan jasa 7-Eleven naik 54,19 persen dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp132,91 miliar. Direktur Keuangan Modern Internasional, Donny Sutanto menjelaskan, 7-Eleven siap menambah gerai baru usai perseroan menerbitkan saham baru (rights issue) sebesar Rp527,84 miliar. Donny menegaskan, pembangunan satu outlet 7-Eleven menghabiskan dana US$300 ribu (Rp2,82 miliar). Jika mengacu angka Rp409 miliar, maka akan berdiri 145 gerai 7-Eleven baru.




Jika kita perhatikan berdasarkan informasi diatas, maka dapat di simpulkan bahwa perkembangan 7-ELEVEN di Indonesia sangat cepat dibuktikan berdasarkan semakin banyak gerai-gerai 7-ELEVEN yang ada di kota-kota besar Indonesia. 7-ELEVEN membidik konsumen pada usia antara 17-34 tahun. Kejelian 7 Eleven dalam melihat peluang ini adalah dengan membidik segmen pasar dari segi demografis adalah membidik kalangan masyarakat berusia muda. Seperti kita ketahui nongkrong di kafe atau restoran siap saji usai bubaran sekolah, kuliah atau pulang kerja, belakangan ini merupakan tren gaya hidup remaja dan eksekutif. Target konsumen yang di bidik oleh 7Eleven disini sangatlah sesuai dengan segmen pasar yang di pilih yaitu adalah anak muda, pelajar, karyawan, dan keluarga.di mana Sebagian besar di antara mereka datang tidak sendirian, tapi bersama teman atau rombongan.

Saya pribadi pernah beberapa kali mampir ke 7-ELEVEN untuk sekedar nongkrong bersama teman-teman, dan pernah sambil mengerjakan tugas. Dari segi pelayanan dan kenyamanan saya kira cukup baik, di 7-ELEVEN pun disediakan fasilitas yang lengkap sehingga membuat pelanggan nyaman. Dari segi harga pun relatif murah dan cukup untuk kantong para pelajar dan remaja.



Daftar Pustaka :
  • http://andrejonathan.weebly.com/sejarah-7-eleven.html
  • http://hafikahadiyanti.blogdetik.com/2014/11/01/profil-company-7-eleven/